Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaHiburan
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Sekolah Rakyat Masih Kekurangan SDM, Kemensos Penuhi Kebutuhan 13.000 Personel

✍️ Rangga Pratama 🕒 28 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan keterangan kepada wartawan seusai menghadiri peringatan satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan keterangan kepada wartawan seusai menghadiri peringatan satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). Foto: KOMPAS.com/Fristin Intan Sulistyowati

BeritaTop.id - Kementerian Sosial (Kemensos) masih berupaya memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang telah berjalan lebih dari satu tahun. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, kekurangan tenaga pengajar dan pendamping siswa menjadi salah satu kendala yang perlu segera ditangani agar kegiatan pendidikan berjalan optimal.

Kebutuhan tersebut meliputi guru, wali asuh, dan wali asrama. Selain itu, Kemensos juga secara bertahap memenuhi kebutuhan tenaga pendukung lainnya, seperti petugas keamanan, juru masak, dan petugas kebersihan.

"Masih adanya kekurangan wali asuh, guru, dan wali asrama. Ini terus kami cukupi agar seluruh kegiatan bisa berjalan dengan baik," kata Gus Ipul dalam peringatan satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026).

Gus Ipul menyebutkan, kebutuhan SDM untuk program Sekolah Rakyat mencapai lebih dari 13.000 orang. Jumlah tersebut mencakup berbagai posisi yang diperlukan untuk menunjang proses belajar mengajar sekaligus mendampingi siswa selama mengikuti kegiatan di sekolah dan asrama.

Menurutnya, ketersediaan tenaga pendidik dan pendamping menjadi faktor penting karena Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga menyediakan pendampingan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kemensos melakukan perekrutan melalui proses seleksi. Selama tenaga yang dibutuhkan belum tersedia secara menyeluruh, kementerian memanfaatkan personel yang berasal dari lingkungan internal, termasuk pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan unsur pilar sosial lainnya.

Gus Ipul menegaskan bahwa perekrutan tenaga untuk Sekolah Rakyat dilakukan secara terbuka melalui tahapan pengujian dan seleksi.

"Semuanya melalui tes dan seleksi terbuka," ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, personel yang saat ini diperbantukan akan kembali menjalankan tugas awal setelah tenaga hasil seleksi tersedia dan kebutuhan SDM Sekolah Rakyat terpenuhi.

Di sisi lain, pengadaan tenaga kerja juga mempertimbangkan kebutuhan masing-masing sekolah. Penyesuaian dilakukan berdasarkan sejumlah faktor, termasuk jumlah kelas serta ketersediaan fasilitas dan sarana pendukung.

Kemensos pun berencana melanjutkan proses seleksi secara berkala setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Langkah ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan program Sekolah Rakyat serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pendampingan bagi para siswa.

RP
Rangga PratamaPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update