Tuesday, 16 Jun 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Pelabuhan Pulau Baai Bangkit: Enggano Tak Lagi Terisolasi, Investasi Mulai Berdatangan

✍️ Aryafdillahi Habibi S 🕒 10 Jun 2026 👁️ 13x dibaca
Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu
Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Foto: Dok. Pelindo Bengkulu

BERITATOP - Setahun setelah Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pulau Enggano dan Pelabuhan Pulau Baai, kondisi pelabuhan utama di Bengkulu itu berangsur pulih dan kembali menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Inpres yang ditandatangani pada 24 Juni 2025 tersebut menjadi solusi atas berbagai persoalan yang sempat melumpuhkan aktivitas pelayaran dan distribusi logistik di Bengkulu.

Pelabuhan Dangkal, Enggano Sempat Terisolasi

Sebelum intervensi pemerintah pusat, pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai menyebabkan layanan transportasi laut menuju Pulau Enggano terganggu selama berbulan-bulan.

Akibatnya, ribuan warga di pulau terluar Bengkulu itu mengalami keterisolasian. Tidak hanya transportasi penumpang yang terganggu, aktivitas ekspor-impor dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) juga terdampak karena kapal tanker tidak dapat bersandar di pelabuhan.

Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis sosial dan ekonomi di Bengkulu.

Alur Pelabuhan Kembali Normal

Kini situasinya berbalik. Pelabuhan Pulau Baai kembali beroperasi normal dengan kedalaman alur mencapai minus 6,5 meter dan terus ditingkatkan menuju target akhir minus 12 meter.

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Bengkulu mencatat tidak ada lagi gangguan pelayaran menuju Pulau Enggano sejak Januari 2026.

General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, mengatakan sepanjang Januari hingga Juni 2026 terdapat 206 pergerakan kapal yang melayani rute Bengkulu-Enggano dan sebaliknya.

"206 pergerakan kapal melayani pelayaran Kota Bengkulu-Pulau Enggano itu dilakukan oleh Kapal Motor Penumpang (KMP) Pulo Tello dan Kapal Motor (KM) Mohammad Husni Tamrin," kata Dimas.

KMP Pulo Tello tercatat melakukan 92 perjalanan, sementara KM Mohammad Husni Tamrin melayani 114 perjalanan dalam periode tersebut.

Distribusi BBM Kembali Lancar

Normalisasi alur pelabuhan juga berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi energi ke Bengkulu.

Pelindo mencatat sebanyak 89 pergerakan kapal pengangkut BBM milik Pertamina berhasil dilayani selama Januari hingga Juni 2026.

"Alhamdulillah sejauh ini tidak ada layanan kapal yang terhambat atau mengalami gangguan terutama dari sisi kedalaman alur," tegas Dimas.

Menurutnya, kondisi alur pelayaran kini dipantau secara real-time dan dirawat secara berkala untuk mencegah gangguan akibat sedimentasi.

Inovasi Drop Tank Pangkas Biaya Logistik

Selain memperbaiki alur pelayaran, Pelabuhan Pulau Baai juga menghadirkan inovasi baru berupa layanan drop tank untuk komoditas curah cair seperti CPO, minyak goreng, PFAD, dan olein.

Layanan ini mulai beroperasi pada Mei 2026 dan memungkinkan muatan dari truk ditampung terlebih dahulu di tangki transit sebelum dipompa ke kapal.

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu, Mochammad Choiron Yusuf, menjelaskan inovasi tersebut mampu meningkatkan efisiensi proses pemuatan.

"Layanan drop tank mampu menghemat biaya sewa kapal pelaku bisnis curah cair. Drop tank mampu loading ke kapal dengan kapasitas 180 ton per jam sementara sebelum ada drop tank hanya mampu loading ke kapal 40 ton per jam," ujarnya.

Kinerja Bongkar Muat Tumbuh Positif

Perbaikan layanan pelabuhan turut mendorong pertumbuhan aktivitas logistik di Bengkulu.

Hingga Mei 2026, PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu mencatat throughput mencapai 1,02 juta ton/m3 atau tumbuh 3,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada segmen curah cair yang melonjak hampir 94 persen menjadi 212,7 ribu ton.

Sementara itu, segmen bag cargo tumbuh 79 persen menjadi 33,5 ribu ton, sedangkan curah kering masih menjadi kontributor terbesar dengan volume mencapai 774,7 ribu ton.

Pelindo Siapkan Kawasan Industri 215 Hektare

Meningkatnya aktivitas pelabuhan juga mendorong Pelindo menyiapkan pengembangan kawasan industri terpadu di sekitar Pelabuhan Pulau Baai.

Sebanyak 215 hektare lahan telah disiapkan, dengan 50 hingga 75 hektare akan dikembangkan pada tahap awal.

Dimas mengungkapkan sejumlah investor asing mulai menjalin komunikasi untuk menanamkan modal di kawasan tersebut.

"Memang ada beberapa investor dari asing yang sudah berkomunikasi, berminat untuk masuk dan membuka industri baru di Kawasan Pelabuhan Pulau Baai," jelasnya.

Kawasan industri itu nantinya akan difokuskan pada pengolahan hasil perkebunan, hasil laut, pertambangan, serta sektor logistik.

Revisi RTRW Jadi Tantangan

Meski prospeknya menjanjikan, pengembangan kawasan industri masih menghadapi tantangan regulasi.

Saat ini status Pelabuhan Pulau Baai dalam Perda RTRW Kota Bengkulu masih ditetapkan sebagai kawasan transportasi sehingga belum memungkinkan pembangunan industri pengolahan secara penuh.

Karena itu, Pelindo bersama pemerintah daerah mendorong percepatan revisi RTRW agar kawasan industri dapat segera direalisasikan.

Potensi Dongkrak PAD Bengkulu

Pelindo meyakini pengembangan kawasan industri akan memberikan dampak ekonomi besar bagi Bengkulu.

Menurut Dimas, saat ini sekitar satu juta ton komoditas curah cair Bengkulu masih dikirim melalui pelabuhan di luar daerah seperti Teluk Bayur dan Panjang.

"Apabila ada kawasan industri maka 1 juta ton itu bisa lewat Pelabuhan Pulau Baai maka akan berimbas pada PAD positif Provinsi Bengkulu," katanya.

Selain meningkatkan penerimaan daerah, kawasan industri juga diproyeksikan menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat investasi di Bengkulu.

Pelindo Siapkan Solusi Jangka Panjang Atasi Sedimentasi

Meski kondisi alur pelabuhan saat ini telah membaik, tantangan sedimentasi masih menjadi perhatian utama.

Setiap hari diperkirakan terdapat 2.000 hingga 5.000 metrik ton pasir yang kembali masuk ke alur pelayaran.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pelindo tengah mengkaji metode Sand By Passing (SBP), yaitu sistem pengerukan berkelanjutan dengan memindahkan sedimen secara sistematis sebelum mengganggu jalur pelayaran.

"Kami ditugasi secara langsung menjaga alur tetap handal. Sejumlah langkah deteksi dini, mitigasi risiko, dan perawatan termasuk menggunakan teknologi, metode dan inovasi perawatan kepelabuhan terus kami perkuat," kata Dimas.

Setahun Inpres, Bengkulu Mulai Bangkit

Satu tahun setelah Inpres Presiden Prabowo diterbitkan, Pelabuhan Pulau Baai menunjukkan perubahan signifikan. Jalur pelayaran ke Pulau Enggano kembali normal, distribusi BBM lancar, aktivitas logistik meningkat, dan peluang investasi mulai terbuka.

Meski masih menghadapi tantangan sedimentasi dan regulasi, Pelabuhan Pulau Baai kini kembali menjadi harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi Bengkulu dan konektivitas wilayah barat Indonesia.

AS
Aryafdillahi Habibi SPemimpin Redaksi
Bagaimana menurut Anda? Klik bintang untuk memberi nilai
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update