Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaHiburan
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Mahakam Investment Forum 2026 Digelar di IKN, Investor dari Enam Negara Hadir

✍️ Rangga Pratama 🕒 26 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 di IKN pada Kamis (22/10/2026) menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pelaku usaha dan sejumlah delegasi. Para investor pelopor membagikan pengalaman berinvestasi di Ibu Kota Nusantara, sementara sejumlah booth menjadi area bertukar pandangan mengenai potensi kerja sama ke depan.
Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 di IKN pada Kamis (22/10/2026) menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pelaku usaha dan sejumlah delegasi. Para investor pelopor membagikan pengalaman berinvestasi di Ibu Kota Nusantara, sementara sejumlah booth menjadi area bertukar pandangan mengenai potensi kerja sama ke depan. Foto: DOK. Humas Otorita IKN

BeritaTop.id - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (22/10/2026). Forum ini mempertemukan pelaku usaha nasional, investor pelopor, serta delegasi dari enam negara untuk memperluas peluang investasi dan mendorong transformasi ekonomi Kalimantan Timur dan Nusantara.

Dalam forum tersebut, OIKN memaparkan sejumlah fasilitas yang dapat dimanfaatkan investor, termasuk insentif tax holiday, super tax deduction, serta layanan perizinan satu pintu. Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk menyampaikan kebutuhan dan kendala investasi secara langsung kepada pemerintah.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Sudiro Roi Santoso mengatakan, MIF dirancang sebagai ruang dialog untuk mempertemukan kepentingan investor dengan dukungan yang dapat diberikan pemerintah.

“Saya juga ingin menyampaikan bahwa pembangunan Nusantara adalah sinergi antara pemerintah dan swasta,” ujar Roi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (26/10/2026).

Roi turut memperkenalkan Invest Platform Nusantara (INVESTARA), sebuah platform yang dirancang untuk membantu pelaku usaha mengeksplorasi peluang strategis investasi di IKN. Ia menyambut para delegasi dan pengusaha nasional maupun internasional yang hadir di Kantor Bersama 3, KIPP Nusantara.

Menurut Roi, komunikasi langsung dengan investor diperlukan untuk memahami persoalan yang dihadapi sekaligus mencari solusi agar proses investasi dapat berjalan lebih lancar.

“Hari ini, kami akan berdiskusi tentang langkah nyata berinvestasi di IKN. Ini adalah komitmen kami, Otorita IKN, mendengarkan segala solusi sekaligus hambatan di setiap langkah berinvestasi, termasuk di Ibu Kota Nusantara,” ujarnya.

Mengusung tema “Trade, Tourism, Investment, and Industry: Enhancing East Kalimantan’s Economic Transformation”, MIF 2026 juga menghadirkan sejumlah investor pelopor untuk berbagi pengalaman menjalankan usaha di Nusantara. Mereka berasal dari PT Star Bright International Investment, PT Dian Jaya Indonesia, Mayapada Hospital Nusantara, dan PT Hauptstadt Indonesia Borneo.

Investor Ungkap Pengalaman Berusaha di IKN

Salah satu pengalaman investasi yang dibagikan dalam forum tersebut berasal dari Mayapada Hospital Nusantara. Direktur Mayapada Hospital Nusantara Farah Alkatiri menjelaskan, pembangunan fasilitas kesehatan itu diawali dengan peletakan batu pertama pada November 2023 dan rumah sakit mulai beroperasi pada Oktober 2024.

Farah menyebut proses perizinan sebagai salah satu faktor yang mendukung pembangunan rumah sakit tersebut. Menurutnya, kemudahan yang diberikan OIKN membantu investor menjalankan tahapan pembangunan tanpa harus menunggu lama untuk memperoleh perizinan gedung.

“Untuk perizinan, kami sebagai investor sangat dipermudah oleh Otorita IKN. Seperti yang tadi sudah disampaikan (progres pembangunan), perizinan pembangunan gedung tidak perlu menunggu lama dari Otorita IKN,” ujar Farah.

Selain pelaku usaha, MIF 2026 dihadiri perwakilan diplomatik dan perdagangan dari Bangladesh, Belarus, Tunisia, Filipina, Hong Kong, dan Spanyol. Kehadiran delegasi tersebut membuka kesempatan untuk menjajaki kerja sama di bidang perdagangan, industri, investasi, dan pengembangan kawasan.

Perwakilan Bangladesh, Abul, menilai kesamaan antara Indonesia dan negaranya dapat menjadi modal untuk memperluas pertukaran pengetahuan, terutama dalam pembangunan perkotaan.

“Nusantara sedang membangun kota, kotanya hijau dan progresnya cepat. Semua orang tahu, Bangladesh dan Indonesia adalah saudara, kita memiliki banyak kesamaan,” katanya.

Abul mengatakan, Indonesia dan Bangladesh berpeluang berbagi pengalaman dan pengetahuan, termasuk dalam pengembangan kota di Bangladesh.

Perluas Kerja Sama Internasional

MIF merupakan bagian dari upaya memperluas komunikasi antara investor dan mitra internasional terkait peluang pengembangan Nusantara dan Kalimantan Timur. Forum serupa juga menghadirkan delegasi internasional pada penyelenggaraan 2025.

Pada 2026, rangkaian MIF dimulai di Samarinda pada Rabu (21/10/2026), kemudian dilanjutkan di Nusantara pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan peluang investasi sekaligus menampung pengalaman dan masukan dari pelaku usaha.

Melalui kolaborasi tersebut, OIKN, BI, dan Pemprov Kalimantan Timur berharap komunikasi dengan investor nasional maupun internasional semakin terbuka. Dialog mengenai insentif, perizinan, dan kebutuhan dunia usaha diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi realisasi investasi yang mendukung pembangunan Nusantara serta pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.

RP
Rangga PratamaPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update