Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaHiburan
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Jusuf Kalla Ingatkan Pemerintah soal Belanja Negara dan Risiko Utang

✍️ Rangga Pratama 🕒 23 Oct 2026 👁️ 6x dibaca
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla saat memberikan kuliah bertajuk Leadership Amidst Uncertainty: Lessons from Experience di Harvard University, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, Kamis (22/10/2026).
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla saat memberikan kuliah bertajuk Leadership Amidst Uncertainty: Lessons from Experience di Harvard University, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, Kamis (22/10/2026). Foto: Dok. Tim Wakil Presiden ke-10 Jusuf Kalla

BeritaTop.id - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya pengelolaan belanja negara secara terukur dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan keuangan pemerintah. Ia menilai, pengeluaran yang terlalu besar tanpa diimbangi kapasitas pembayaran berisiko menambah beban keuangan negara dan generasi mendatang.

Pesan tersebut disampaikan JK saat memberikan kuliah bertajuk Leadership Amidst Uncertainty: Lessons from Experience di Belfer Case Study Room, CGIS South, Harvard University, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, Kamis (22/10/2026) waktu setempat.

Kuliah itu dihadiri mahasiswa dari Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston University, serta sejumlah perguruan tinggi lain di kawasan New England, Amerika Serikat.

"Belanja negara harus disusun berdasarkan skala prioritas dan kemampuan keuangan," kata JK, dikutip dari keterangannya, Jumat (23/10/2026).

Ia menekankan bahwa pemerintah perlu memastikan setiap pengeluaran sejalan dengan kebutuhan yang mendesak dan kapasitas anggaran yang tersedia.

"Jangan sampai pengeluaran terlalu besar, sementara kemampuan membayar terbatas," sambung JK.

Menurut JK, pengeluaran yang tidak terkendali serta ketergantungan berlebihan pada pembiayaan melalui utang dapat menimbulkan tekanan terhadap kondisi keuangan negara. Karena itu, pengelolaan utang perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan persoalan fiskal dalam jangka panjang.

"Utang hari ini pada akhirnya menjadi tanggungan generasi mendatang," tegas JK.

Selain menyoroti pengelolaan anggaran, JK juga menilai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan inovasi merupakan faktor penting dalam menghadapi ketidakpastian dan berbagai tantangan di masa depan.

“Uang saja tidak cukup. Kita juga membutuhkan semangat, keberanian, ilmu pengetahuan, dan inovasi. Teknologi harus dikuasai dan kemampuan manusia harus terus dikembangkan,” kata JK.

Rangkaian kuliah akademik JK di Amerika Serikat tidak hanya berlangsung di Harvard University. Sebelumnya, ia mengikuti program Vice President Kalla Lecture Series di Northern Illinois University (NIU), DeKalb, Illinois.

Setelah agenda di Harvard, JK dijadwalkan melanjutkan kegiatan akademiknya di MacMillan Center, Yale University, New Haven, Connecticut, pada Jumat (23/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, ia akan membahas berbagai isu mengenai penyelesaian konflik, pembangunan perdamaian, serta penanganan persoalan kemanusiaan dan bencana di Indonesia yang memiliki keberagaman masyarakat.

Pesan JK mengenai prioritas belanja negara dan pengelolaan utang menjadi salah satu pokok bahasan dalam rangkaian agenda akademiknya di Amerika Serikat, bersamaan dengan pembahasan mengenai pentingnya pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

RP
Rangga PratamaPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update