Jumat, 30 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaHiburan
Breaking
Beranda › Hiburan
Hiburan

Fadli Zon Dorong Akses Film Diperluas dan Talenta Perfilman Indonesia Dikembangkan

✍️ Rangga Pratama 🕒 22 Oct 2026 👁️ 11x dibaca
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (berbaju putih) saat tengah berbincang dengan Direktur Festival Jakarta Film Week 2026, Rina Damayanti (ketiga dari kanan) usai sambutan di pembukaan Jakarta Film Week 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (berbaju putih) saat tengah berbincang dengan Direktur Festival Jakarta Film Week 2026, Rina Damayanti (ketiga dari kanan) usai sambutan di pembukaan Jakarta Film Week 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026 Foto: RRI/Fathiyah Nur Zalfa

BeritaTop.id - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong perluasan akses masyarakat terhadap film serta pengembangan sumber daya manusia untuk memperkuat industri perfilman Indonesia. Upaya tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem sinema yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global.

Dalam sambutannya pada pembukaan Jakarta Film Week 2026 di CGV Grand Indonesia, Rabu (21/10/2026), Fadli menekankan pentingnya memperluas kesempatan masyarakat untuk menikmati film sekaligus meningkatkan apresiasi dan partisipasi budaya.

“Kita juga harus memastikan bahwa sinema dapat diakses oleh lebih banyak orang, memperluas akses masyarakat terhadap pemutaran film. Mendorong apresiasi dan memperkuat partisipasi budaya merupakan hal penting membangun budaya perfilman yang inklusif,” ujarnya.

Menurut Fadli, sinema perlu menjangkau masyarakat di berbagai wilayah dan komunitas agar semakin banyak orang dapat mengenal beragam perspektif melalui cerita yang merefleksikan kehidupan sosial.

Ia juga menilai festival film, termasuk Jakarta Film Week, bukan sekadar tempat pemutaran karya. Festival dapat menjadi ruang pertemuan sineas, produser, distributor, talenta baru, dan penonton untuk membangun jejaring serta membuka peluang kolaborasi.

Pengembangan Talenta Perfilman Jadi Fokus

Selain memperluas akses penonton, pemerintah mendorong pengembangan talenta di berbagai bidang perfilman, mulai dari penulisan skenario, penyutradaraan, akting, sinematografi, penyuntingan, desain suara, animasi, produksi, hingga pelestarian film.

“Masa depan sinema Indonesia bergantung pada pengembangan talenta di seluruh bidang perfilman. Mulai dari penulisan skenario, penyutradaraan, akting, dan sinematografi hingga penyuntingan, desain suara, animasi, produksi, serta pelestarian film,” katanya.

Fadli mengatakan pendidikan dan pelatihan profesional diperlukan untuk mempersiapkan generasi baru sineas. Pendampingan serta kolaborasi internasional juga dibutuhkan agar pelaku perfilman Indonesia dapat bersaing sekaligus bekerja sama di tingkat global.

“Investasi dalam pendidikan, pelatihan profesional, pendampingan, dan kolaborasi internasional akan membantu. Upaya ini dapat melahirkan generasi baru sineas yang mampu bersaing sekaligus berkolaborasi di tingkat global,” ucapnya.

Menurut Fadli, perkembangan industri film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir membuka peluang untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional. Kreativitas sineas dan meningkatnya apresiasi penonton dalam negeri menjadi bagian dari perkembangan tersebut.

“Kami meyakini kekayaan keberagaman budaya Indonesia, yang dipadukan dengan talenta dan inovasi para sineas, menjadi landasan kuat. Sebuah landasan bagi Indonesia untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi dunia perfilman,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan industri perfilman membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sineas, pelaku industri, lembaga pendidikan, komunitas budaya, hingga penonton. Kementerian Kebudayaan, lanjutnya, berkomitmen membangun kemitraan dan memperluas kesempatan bagi perkembangan perfilman Indonesia.

Jakarta Film Week 2026 Digelar hingga 25 Oktober

Jakarta Film Week 2026 berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 dengan mengusung tema Encounters. Festival ini diselenggarakan di sejumlah lokasi di Jakarta, antara lain CGV Grand Indonesia, CGV fX Sudirman, Taman Ismail Marzuki, dan Paviliun Raden Saleh, serta beberapa lokasi lainnya.

Melalui festival tersebut, pertemuan antara pembuat film, pelaku industri, dan penonton diharapkan dapat membuka ruang pertukaran gagasan sekaligus mendukung perkembangan ekosistem perfilman Indonesia.

RP
Rangga PratamaPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update