Celah Keamanan PHP2Shell Ancam Jutaan Situs Web, Jepang dan Eropa Siaga
BeritaTop.id - Dua celah keamanan kritis pada bahasa pemrograman PHP memicu langkah mitigasi di sejumlah negara setelah ditemukan pada Rabu (21/10/2026) malam waktu Indonesia. Kerentanan yang dikenal sebagai php2shell tersebut berpotensi memungkinkan penyerang menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh, sehingga menimbulkan risiko bagi situs web dan server yang terdampak.
Sejumlah organisasi di Jepang dan Eropa merespons temuan tersebut dengan memeriksa sistem mereka, menerapkan pemeliharaan darurat, hingga menonaktifkan sementara layanan tertentu. Di Jepang, Perdana Menteri Sanae Takaichi secara terbuka meminta organisasi yang mengelola situs web publik untuk memastikan penggunaan PHP dan bersiap memasang pembaruan keamanan.
Seruan itu disampaikan melalui akun X pribadinya, @takaichi_sanae, pada Rabu malam.
"Mohon konfirmasi apakah situs web yang Anda publikasikan menggunakan PHP, dan siapkan diri untuk menerapkan sebanyak mungkin patch perbaikan yang akan dirilis malam ini, pada pukul 23:00 tanggal 21 Oktober (waktu Jepang)," tulis Takaichi.
Ia juga menyarankan agar layanan atau situs web yang berisiko dapat ditutup sementara apabila diperlukan, sebagai upaya mengurangi potensi dampak serangan sebelum perbaikan diterapkan.
Jepang Tangguhkan Sejumlah Layanan Digital
Respons terhadap kerentanan PHP2Shell turut melibatkan sektor keuangan Jepang. Mengutip Big Go Finance, Asosiasi Bankir di Jepang menyatakan telah memastikan bahwa celah tersebut tidak memengaruhi sistem penyelesaian transaksi antarbank.
Meski demikian, sejumlah lembaga keuangan memilih mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan sementara layanan tertentu. Beberapa di antaranya adalah Shizuoka Bank, The 77 Bank, Mizuho Bank, dan Daiwa Securities yang menangguhkan layanan perbankan daring maupun layanan berbasis web.
Langkah serupa juga dilaporkan dilakukan oleh sejumlah perusahaan dan penyedia layanan di Jepang, termasuk Sakura Internet, BASE, Keihan Holdings, Hanshin Electric Railway, dan Japan Airlines. Mereka menghentikan sebagian layanan atau menjalankan pemeliharaan darurat untuk memeriksa keamanan sistem.
Tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya mengurangi risiko selama organisasi menilai dampak kerentanan dan mempersiapkan penerapan perbaikan.
Belanda, Denmark, Finlandia, dan Perancis Ikut Lakukan Pencegahan
Ancaman PHP2Shell juga mendorong sejumlah negara Eropa mengambil langkah pengamanan. Reuters melaporkan, beberapa situs dan layanan publik di Belanda, Denmark, Finlandia, dan Perancis sempat dinonaktifkan atau dialihkan ke mode pemeliharaan preventif.
Di Belanda, tindakan pencegahan mencakup situs pemerintah Overheid.nl, situs Pusat Keamanan Siber Nasional Belanda, serta sejumlah situs organisasi dan layanan publik lainnya. Beberapa rumah sakit juga dilaporkan menonaktifkan situs web mereka untuk sementara.
Sementara itu, Kombit, organisasi teknologi informasi yang dimiliki bersama oleh pemerintah kota di Denmark, menghentikan sejumlah layanan. Salah satu layanan yang terdampak adalah platform komunikasi sekolah nasional.
Di Finlandia, Valtori, pusat layanan teknologi informasi dan komunikasi pemerintah, menonaktifkan layanan jaringan publik pemerintah sebagai langkah antisipasi.
Kementerian Dalam Negeri Perancis juga mengambil tindakan serupa dengan menempatkan situs-situsnya dalam pemeliharaan preventif.
Tidak hanya lembaga pemerintah dan sektor keuangan, sejumlah layanan internet populer turut melakukan penyesuaian operasional. Wikipedia dilaporkan menonaktifkan sistem tertentu sampai dinilai aman untuk dioperasikan kembali. Internet Archive juga sempat tidak dapat diakses untuk sementara waktu.
Namun, penghentian layanan tersebut tidak serta-merta menandakan telah terjadi peretasan. Penonaktifan sementara dapat menjadi langkah pencegahan ketika pengelola sistem sedang memeriksa potensi paparan dan menyiapkan perbaikan keamanan.
PHP Rilis Empat Versi Pembaruan Keamanan
PHP merupakan bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk membangun dan menjalankan situs web. Tingginya tingkat penggunaan teknologi ini membuat kerentanan yang memengaruhinya berpotensi berdampak luas apabila sistem yang rentan terhubung ke internet dan berhasil diserang.
Menurut laporan yang beredar, dua kerentanan yang diidentifikasi dengan kode CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619 dapat memungkinkan penyerang menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh tanpa harus masuk ke akun atau melewati proses autentikasi terlebih dahulu.
Jika eksploitasi berhasil, penyerang berpotensi mengambil alih proses pada server yang terdampak dan memperoleh akses terhadap data yang tersimpan, bergantung pada konfigurasi serta hak akses sistem tersebut.
Untuk menangani masalah ini, pengembang PHP merilis empat versi pembaruan pada 21 Oktober 2026. Versi yang disebut telah memuat perbaikan adalah sebagai berikut:
-
PHP 8.5.12
-
PHP 8.4.27
-
PHP 8.3.36
-
PHP 8.2.35
Pengguna dan administrator situs web disarankan segera memasang versi yang sesuai dengan cabang PHP yang digunakan. Bagi pengguna yang memperoleh PHP melalui distribusi Linux atau penyedia layanan hosting, ketersediaan pembaruan perlu diperiksa melalui penyedia masing-masing.
Pengelola sistem juga perlu memastikan versi PHP yang benar-benar digunakan oleh aplikasi, termasuk versi yang berjalan di server produksi, bukan hanya versi yang terpasang pada lingkungan pengembangan.
Pengguna Versi Lama Perlu Memperhatikan Dukungan Keamanan
Pengguna PHP versi lama menghadapi tantangan tambahan karena tidak semua versi masih memperoleh pembaruan keamanan langsung dari proyek PHP.
PHP 8.1 dan versi yang lebih lama telah berada di luar dukungan keamanan reguler dari proyek tersebut. Meski sejumlah penyedia masih dapat memberikan perbaikan melalui dukungan tambahan, pengelola sistem disarankan merencanakan migrasi ke versi yang masih didukung.
Sementara itu, masa dukungan keamanan PHP 8.2 dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2026. Pengguna versi ini perlu mempertimbangkan peningkatan ke versi yang lebih baru agar tetap memperoleh pembaruan keamanan setelah masa dukungan berakhir.
Apabila pembaruan belum dapat diterapkan, pengelola disarankan membatasi akses dari internet ke server yang berpotensi rentan sampai perbaikan tersedia. Pengaturan sementara dapat membantu mengurangi paparan serangan, tetapi tidak menjamin sistem sepenuhnya terlindungi.
Karena itu, pemeriksaan versi, penerapan pembaruan, pembatasan akses, dan pemantauan sistem perlu menjadi bagian dari respons keamanan. Langkah-langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko eksploitasi terhadap situs web maupun layanan digital yang bergantung pada PHP.
Dengan banyaknya organisasi yang menggunakan PHP, penanganan kerentanan ini membutuhkan koordinasi antara pengembang perangkat lunak, penyedia hosting, administrator sistem, dan pengelola layanan digital. Kecepatan penerapan perbaikan serta ketepatan identifikasi sistem yang terdampak menjadi faktor penting dalam membatasi potensi serangan siber.
