Banpres Karhutla Rp 200 Miliar untuk Sumsel, Ini Rincian Pembagian ke 15 Daerah
BeritaTop.id - Pemerintah pusat menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) senilai total Rp 200 miliar untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel). Dana tersebut diberikan dalam dua tahap kepada pemerintah provinsi serta sejumlah kabupaten dan kota untuk memperkuat upaya pencegahan, pemadaman, dan penanganan dampak karhutla.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, bantuan tahap pertama disalurkan pada September 2026, sedangkan tahap kedua diberikan pada pekan sebelumnya. Hal itu disampaikan seusai rapat terbatas di Griya Agung Palembang, Senin (26/10/2026).
"Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap penanganan karhutla di berbagai daerah, termasuk Sumsel," kata Raja Juli.
Menurut Raja Juli, Presiden Prabowo secara berkala memantau perkembangan penanganan karhutla dan mendorong pemerintah pusat serta daerah memaksimalkan pemadaman dan penanggulangan dampak asap.
"Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, benar-benar concern, benar-benar memperhatikan secara khusus persoalan karhutla ini," katanya.
Ia menjelaskan, perhatian pemerintah pusat juga diwujudkan melalui dukungan anggaran dan bantuan operasional untuk memperkuat penanganan di lapangan.
"Termasuk di antaranya adalah pemberian bantuan presiden (Banpres) tahap satu maupun tahap dua. Tahap satu sudah dilakukan pada bulan September yang lalu dan tahap dua dilakukan pada minggu yang lalu," ujarnya.
Rincian pembagian Banpres karhutla Rp 200 miliar
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menjelaskan, total bantuan Rp 200 miliar tersebut dibagi menjadi dua tahap, masing-masing senilai Rp 100 miliar. Pada tahap pertama, bantuan disalurkan kepada lima pemerintah daerah dengan rincian sebagai berikut:
-
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan: Rp 30 miliar
-
Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI): Rp 20 miliar
-
Kabupaten Musi Banyuasin (Muba): Rp 20 miliar
-
Kabupaten Ogan Ilir: Rp 15 miliar
-
Kabupaten Banyuasin: Rp 15 miliar
Sementara itu, bantuan tahap kedua dialokasikan kepada 10 kabupaten dan kota. Setiap daerah memperoleh Rp 10 miliar.
Sepuluh penerima bantuan tahap kedua meliputi Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, OKU, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), OKU Selatan, Musi Rawas, Empat Lawang, dan Lahat, serta Kota Palembang dan Kota Prabumulih.
"Yang baru ini atas upaya Pak Menteri kepada Presiden sehingga ada 10 kabupaten/kota yang masing-masing dapat Rp10 miliar," kata Deru.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi karhutla, baik melalui pencegahan maupun pemadaman serta penanganan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan.
Raja Juli menambahkan, dukungan pemerintah tidak hanya berupa anggaran. Penanganan karhutla juga diperkuat dengan pengiriman peralatan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), penggunaan dry ice, serta pengerahan personel gabungan.
Muratara, Lubuklinggau, dan Pagar Alam masih diusulkan
Meski bantuan telah disalurkan kepada 15 pemerintah daerah, masih ada tiga daerah yang diusulkan memperoleh dukungan anggaran, yakni Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kota Lubuklinggau, dan Kota Pagar Alam.
Herman Deru mengatakan, usulan bantuan untuk ketiga daerah tersebut telah disampaikan kepada Menteri Kehutanan. Pemerintah daerah berharap dukungan tambahan dapat memperkuat kesiapan menghadapi ancaman karhutla.
"Kita berupaya memastikan penggunaan dana bantuan dilakukan secara tepat sasaran, tepat guna, dan akuntabel," katanya.
Pengawasan penggunaan anggaran dilakukan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Deru juga berharap aparat penegak hukum ikut mengawal pemanfaatan dana agar terhindar dari potensi penyalahgunaan.
Pemprov Sumsel siapkan opsi modifikasi cuaca
Selain bantuan anggaran, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengapresiasi dukungan Kementerian Kehutanan dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca dengan menggunakan dry ice untuk membantu mengatasi kabut asap.
Deru mengatakan, dampak penyemaian awan dirasakan ketika kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Sumsel dan mengganggu aktivitas masyarakat.
"Dampak pelaksanaan dry ice tersebut dirasakan langsung ketika kabut asap menyelimuti wilayah Sumsel dan mengganggu aktivitas masyarakat," katanya.
Pemerintah daerah masih mempertimbangkan pelaksanaan penyemaian awan kembali apabila kondisi kabut asap memburuk.
"Karena kemarin slotnya 10 hari, kita tetap juga akan merefokuskan anggaran untuk dapat melakukan dry ice jika suasana asap masih belum terkendali. Kita tetap akan menggunakan dry ice," kata Deru.
Meski demikian, kondisi cuaca di Sumsel mulai menunjukkan perubahan setelah hujan turun di sejumlah wilayah. Deru menyebut jumlah titik panas atau hotspot juga menurun berdasarkan laporan yang diterimanya.
"Alhamdulillah, ini sudah hujan. Tadi berdasarkan laporan yang ada titik hotspot tinggal dua," ujarnya.
