Robot Humanoid Bumi Asal China Dijual Rp 23 Juta, Lebih Murah dari iPhone 18 Pro
BeritaTop.id - Robot humanoid Bumi buatan perusahaan teknologi asal China, Noetix Robotics, ditawarkan dengan harga 9.998 yuan atau sekitar Rp 23 juta. Banderol tersebut lebih rendah dibandingkan harga iPhone 18 Pro varian 256 GB di Indonesia yang mencapai Rp 27.499.000.
Dengan selisih sekitar Rp 4,5 juta, Bumi menjadi salah satu produk yang menunjukkan upaya perusahaan China memperluas pasar robot humanoid ke kalangan konsumen umum.
Bumi dirancang untuk mendukung kegiatan edukasi pemrograman sekaligus menjadi teman pendamping. Robot berukuran kecil ini memungkinkan pengguna, termasuk anak-anak, mempelajari cara mengatur gerakan robot, seperti membuatnya menari.
Noetix pertama kali memperkenalkan Bumi pada Oktober 2025. Produk tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan robot humanoid dengan harga lebih terjangkau, sehingga tidak hanya digunakan dalam penelitian, industri, atau demonstrasi teknologi.
Perusahaan juga membidik keluarga dan sekolah yang ingin memanfaatkan robot sebagai sarana pembelajaran teknologi dan pemrograman.
Noetix Robotics didirikan Jiang Zheyuan pada September 2023. Sebelum mendirikan perusahaan, Jiang diketahui meninggalkan studi doktoralnya di Universitas Tsinghua.
Pada tahap awal pengembangan, Noetix berfokus pada perangkat keras dan sistem kendali gerak. Perusahaan berupaya menciptakan robot yang mampu menjaga keseimbangan, bergerak, serta merespons perintah secara andal.
Salah satu strategi untuk menekan biaya produksi Bumi adalah menggunakan material komposit pada bagian bodinya. Pendekatan ini membuat perusahaan tidak terlalu bergantung pada struktur berbahan logam.
Noetix juga menerapkan strategi penetapan harga sejak tahap perancangan produk. Dengan demikian, biaya dan desain dapat disesuaikan untuk mencapai harga jual yang ditargetkan sejak awal pengembangan.
Selain Bumi, perusahaan mengembangkan robot humanoid lain bernama N2. Robot tersebut berhasil menempati posisi kedua dalam ajang lari setengah maraton khusus robot humanoid di Beijing pada 2025.
Popularitas Noetix turut meningkat setelah robot Bumi tampil dalam sebuah sketsa di acara Gala Festival Musim Semi China 2026. Dikutip KompasTekno dari Tech Node, pendiri Noetix, Jiang Zheyuan, menyebut jumlah pesanan Bumi meningkat setelah kemunculan robot tersebut di acara itu.
Dalam sebuah pameran pada Maret 2026, Jiang menargetkan penjualan Bumi dapat melampaui 10.000 unit sepanjang tahun ini.
Meski demikian, peningkatan permintaan juga menuntut perusahaan menjaga kapasitas produksi. Noetix perlu memastikan ketersediaan komponen, mengelola lini perakitan, serta mempertahankan kualitas produk seiring bertambahnya jumlah pesanan.
Perluas Pengembangan AI untuk Robot
Di luar pengembangan perangkat keras, Noetix mulai memperbesar investasi pada teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk robot.
Pada September 2026, perusahaan memperkenalkan sub-merek Scalabot dan arsitektur model dunia bernama Heron. Keduanya dikembangkan sebagai bagian dari upaya perusahaan membangun teknologi embodied intelligence.
Teknologi tersebut memungkinkan robot memahami kondisi lingkungan dan melakukan tindakan secara fisik berdasarkan informasi yang diterimanya.
Noetix berharap harga robot yang semakin terjangkau dapat membuka peluang penggunaan teknologi humanoid oleh lebih banyak orang. Penggunaan secara luas juga berpotensi menghasilkan pengalaman dan data yang dapat dimanfaatkan untuk melatih model AI, sehingga kemampuan robot dapat terus ditingkatkan.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Noetix juga berencana memasarkan produknya ke luar China. Wilayah yang menjadi sasaran mencakup Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, Asia Tenggara, Jepang, dan Korea Selatan.
