Kamis, 22 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaHiburan
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Usai Demo Ricuh di DPRD DIY, Orang yang Diamankan Dipulangkan Rabu Dini Hari

✍️ Rangga Pratama 🕒 21 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Massa aksi menyampaikan aspirasi di Titik Nol KM Yogyakarta, Selasa (20/10/2026).
Massa aksi menyampaikan aspirasi di Titik Nol KM Yogyakarta, Selasa (20/10/2026). Foto: KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO

BeritaTop.id - Polisi telah memulangkan sejumlah orang yang diamankan dalam unjuk rasa di gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (20/10/2026). Mereka dipulangkan pada Rabu (21/10/2026) dini hari, sekitar pukul 03.15-03.30 WIB.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Dani HS menyampaikan hal itu saat dihubungi, Rabu (21/10/2026).

“Itu kan semalam kan ada yang diamankan, tapi tadi pagi sudah langsung dipulangkan,” kata Dani saat dihubungi, Rabu (21/10/2026).

Menurut Dani, orang-orang tersebut tidak dibawa ke kantor Polresta Yogyakarta, sebab proses pengamanan berlangsung di kompleks DPRD DIY.

“Ya jadi enggak dibawa ke kantor, itu di DPRD itu,” kata dia.

Dani mengaku belum memegang data rinci soal jumlah orang yang sempat diamankan.

“Diamankan di DPRD itu, di lokasi itu. Kemudian tadi pagi sekitar jam 3.15, 03.30 itu, ya jam 3.15, antara itu sudah dipulangkan,” ujarnya.

Berawal dari Dialog yang Buntu

Unjuk rasa pada Selasa malam itu berakhir ricuh. Polisi menyebut keributan dipicu pelemparan batu dan penyalaan petasan.

Sebelumnya, massa sempat berdialog dengan pimpinan fraksi di DPRD DIY. Pembicaraan tidak menemui titik temu karena massa meminta diizinkan masuk ke ruang rapat DPRD. Setelah dialog buntu, batu dilempar ke arah warga dan memancing emosi hingga kericuhan pecah sekitar pukul 21.30 WIB.

Pantauan Kompas.com menunjukkan sejumlah orang diamankan polisi dan mendapat pertolongan medis. Mereka juga dimintai keterangan di lobi gedung DPRD DIY.

DPRD Klaim Siap Terima Perwakilan

Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari menyatakan pihaknya sudah bersiap menemui perwakilan massa sebelum kericuhan terjadi, tetapi tidak bisa menjamin keamanan jika seluruh massa memaksa masuk.

“Kami siap menerima aspirasi mereka tetapi perwakilan. Kami tidak bisa menjamin keamanan ketika mereka mau masuk ke dalam,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).

Andriana juga mengaku tidak mengetahui persis awal mula kericuhan.

“Tapi di belakang kok tahu-tahu ada terdengar, terdengar dor-dor tadi, kami enggak tahu. Tahu-tahu kami ke sini ternyata teman-teman mahasiswa sudah mulai merangsek ke luar,” imbuh dia.

 
RP
Rangga PratamaPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update