DLH Situbondo Jelaskan Soal Pipa PT Fuyuan Biologi Technology ke Laut Banyuglugur
tes
BERITAOP - Pipa yang membentang hingga ke tengah laut di wilayah Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dipastikan merupakan milik PT Fuyuan Biologi Technology, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan rumput laut.
Kepala Bidang Pengendalian (Kabid) Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Situbondo, Ranti Seta Ayu Pratiwi, mengatakan keberadaan pipa tersebut telah diketahui pihaknya dan telah mengantongi izin Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL).
"Iya mas, tahu. Sudah ada izin KKPRL, kewenangannya KKP," kata Seta saat dihubungi, Minggu 21 Juni 2026.
Menurut Seta, pemasangan pipa menuju laut diperbolehkan sepanjang tidak digunakan untuk membuang limbah yang belum diolah atau air limbah yang melebihi baku mutu yang ditetapkan.
"Boleh kalau pipa. Yang tidak boleh membuang limbah tanpa diolah dan air limbah yang melebihi baku mutu, itu yang tidak boleh," ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap air limbah yang dihasilkan industri wajib melalui proses pengolahan di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum dibuang ke lingkungan. Selain itu, kualitas air limbah yang dibuang harus berada di bawah ambang batas baku mutu sesuai ketentuan yang berlaku.
"Melewati IPAL pun wajib, dan hasilnya harus di bawah baku mutu. Intinya air limbah yang sudah diolah dan tidak melebihi baku mutu," kata dia.
Seta menambahkan, setiap jenis kegiatan industri memiliki standar baku mutu air limbah yang berbeda, termasuk industri pengolahan rumput laut.
"Secara aturan limbah harus diolah dan tidak boleh melebihi baku mutu air limbah rumput laut," ucapnya.
Sementara itu, Manager PT Fuyuan Biologi Technology, Elvira, membenarkan bahwa pipa yang terlihat membentang ke laut tersebut merupakan milik perusahaan.
Menurut dia, saluran tersebut digunakan untuk mengalirkan air hasil pencucian rumput laut yang telah melalui proses pengolahan.
"Yang keluar itu cuma air cucian. Air cucian rumput laut itu juga sudah diproses dan memang sudah ada kajian teknisnya," kata Elvira.
Ia memastikan seluruh air buangan dari proses produksi terlebih dahulu masuk ke IPAL sebelum dialirkan keluar dari area perusahaan.
"Masuk ke IPAL dulu, sudah diolah dulu baru keluar," ujarnya. (*)
