Selasa, 21 Jul 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaHiburan
Breaking
iklan
Beranda › Hiburan
Hiburan

Mengungkap Rahasia Telur, Cara Menyimpan Telur Agar Tetap Segar dan Aman Dikonsumsi

✍️ Aryafdillahi Habibi S 🕒 23 Jun 2026 👁️ 144x dibaca
Cara Menyimpan Telur yang Baik dan Benar
Cara Menyimpan Telur yang Baik dan Benar Foto: Ilustrasi AI

Telur adalah bahan makanan serbaguna yang wajib ada di dapur. Namun, penyimpanan yang salah bisa berakibat fatal pada keamanan pangan dan kualitas telur. Artikel ini membahas tuntas cara menyimpan telur dengan benar, mulai dari metode terbaik di kulkas, kesalahan yang harus dihindari, hingga cara mengenali telur yang sudah tidak layak konsumsi. Pastikan telur kamu selalu segar dan aman untuk keluarga.

iklan

BERITATOP - Setiap dapur di Indonesia pasti menyimpan telur. Bahan makanan serbaguna ini menjadi pilihan utama untuk sarapan, lauk pauk, hingga bahan kue. Namun, seringkali kita abai terhadap cara penyimpanannya.

Padahal, menyimpan telur dengan benar bukan sekadar soal menjaga kesegarannya. Ini adalah kunci vital untuk memastikan keamanan pangan dan mencegah risiko penyakit bawaan makanan yang tidak diinginkan. Kesalahan kecil dalam penyimpanan bisa berakibat fatal.

Mengapa Penyimpanan Telur yang Tepat Sangat Penting?

Telur, seperti bahan makanan hewani lainnya, memiliki potensi besar untuk menjadi sarang bakteri jika tidak ditangani dengan benar. Bakteri Salmonella, misalnya, adalah momok yang sering dikaitkan dengan telur. Bakteri ini bisa menyebabkan keracunan makanan serius.

Selain masalah keamanan, penyimpanan yang keliru juga akan memengaruhi kualitas telur. Telur yang disimpan sembarangan cenderung lebih cepat busuk, kehilangan nutrisi, dan rasanya pun berubah. Tentu kita tidak ingin hidangan lezat kita rusak hanya karena telur yang kurang segar, bukan?

Kondisi Ideal Penyimpanan Telur: Mengupas Tuntas Metode Terbaik

Ada perdebatan panjang tentang cara terbaik menyimpan telur: di dalam kulkas atau di suhu ruangan? Jawabannya tidak selalu hitam putih, karena tergantung pada praktik di negara asal telur dan bagaimana telur tersebut diproses. Namun, di Indonesia, sebagian besar ahli pangan merekomendasikan pendinginan.

Penyimpanan dalam Kulkas: Standar Emas Keamanan Pangan

Menyimpan telur dalam kulkas adalah metode yang paling direkomendasikan di banyak negara, termasuk Indonesia. Suhu dingin kulkas secara signifikan memperlambat pertumbuhan bakteri, termasuk Salmonella, yang mungkin ada di dalam atau di permukaan cangkang telur. Ini adalah lapisan pertahanan pertama kita.

Ketika telur disimpan di suhu dingin yang stabil, kualitas internalnya juga lebih terjaga. Putih telur akan tetap kental dan kuning telur tidak mudah pecah saat dipecahkan. Ini sangat penting terutama untuk resep-resep yang membutuhkan telur segar, seperti omelet atau kue.

Tips Penting untuk Penyimpanan Kulkas:

  • Gunakan Kotak Aslinya: Setelah membeli telur, biarkan telur tetap di dalam karton atau wadah aslinya. Karton ini tidak hanya melindungi telur dari kerusakan fisik, tetapi juga mencegah telur menyerap bau dari makanan lain di kulkas. Cangkang telur memiliki pori-pori yang dapat menyerap aroma di sekitarnya.
  • Hindari Pintu Kulkas: Ini adalah kesalahan umum. Pintu kulkas adalah bagian paling hangat dan paling sering mengalami fluktuasi suhu karena sering dibuka tutup. Perubahan suhu ini dapat mempercepat kerusakan telur. Sebaiknya letakkan telur di rak bagian dalam kulkas yang suhunya lebih stabil dan dingin.
  • Posisi Telur: Selalu simpan telur dengan ujung tumpul di atas dan ujung runcing di bawah. Mengapa demikian? Telur memiliki kantung udara kecil di ujung tumpulnya. Dengan posisi ini, kantung udara akan tetap berada di atas, mencegah kuning telur menyentuh cangkang dan memperlambat proses penguapan kelembaban. Ini membantu telur bertahan lebih lama.
  • Jauhkan dari Makanan Berbau Tajam: Telur dapat menyerap bau dengan mudah. Hindari menyimpannya dekat bawang bombay, bawang putih, atau keju yang sangat kuat aromanya. Jika tidak, telur kamu mungkin akan memiliki rasa yang tidak diinginkan.

Penyimpanan Suhu Ruangan: Alternatif dengan Batasan

Di beberapa negara, terutama di Eropa, telur umumnya disimpan di suhu ruangan. Ini karena praktik pencucian telur di sana berbeda; mereka tidak menghilangkan lapisan kutikula alami yang melindungi telur dari bakteri. Namun, di Indonesia, telur yang dijual di pasaran biasanya sudah melewati proses pencucian.

Pencucian ini menghilangkan lapisan pelindung alami (kutikula atau bloom) pada cangkang telur, membuatnya lebih rentan terhadap penetrasi bakteri. Oleh karena itu, menyimpan telur yang sudah dicuci di suhu ruangan bukanlah ide yang baik, terutama di iklim tropis yang hangat seperti Indonesia.

Jika kamu terpaksa menyimpan telur di suhu ruangan, pastikan itu hanya untuk jangka waktu sangat singkat (maksimal 2-3 hari) dan di tempat yang sejuk, kering, serta jauh dari sinar matahari langsung. Hindari area dapur yang dekat dengan kompor atau sumber panas lainnya.

Akar Masalah dan Kesalahan Umum dalam Penyimpanan Telur

Memahami kesalahan umum adalah langkah pertama untuk memperbaikinya. Banyak dari kita mungkin melakukan hal-hal ini tanpa menyadarinya.

1. Mencuci Telur Sebelum Disimpan

Ini adalah salah satu kesalahan paling fatal. Meskipun terlihat bersih, mencuci telur sebelum disimpan justru menghilangkan lapisan pelindung alami (kutikula) pada cangkang. Lapisan ini berfungsi sebagai penghalang alami terhadap bakteri. Begitu lapisan ini hilang, pori-pori cangkang akan terbuka, membuat bakteri lebih mudah masuk ke dalam telur.

Solusi: Jangan pernah mencuci telur sebelum disimpan. Jika ada kotoran yang menempel, cukup bersihkan dengan lap kering atau sikat lembut sesaat sebelum akan digunakan.

2. Menyimpan di Pintu Kulkas

Seperti yang sudah disebutkan, pintu kulkas sering dibuka tutup, menyebabkan fluktuasi suhu yang signifikan. Ini adalah lingkungan yang buruk untuk telur karena perubahan suhu yang konstan dapat mempercepat pembusukan dan pertumbuhan bakteri.

Solusi: Pindahkan telur ke rak bagian dalam kulkas, di mana suhu lebih stabil dan dingin.

3. Mengabaikan Tanggal Kedaluwarsa

Meskipun telur bisa bertahan cukup lama, bukan berarti kamu bisa mengabaikan tanggal kedaluwarsa atau tanggal "baik sebelum" yang tertera pada kemasan. Tanggal ini adalah panduan penting untuk kualitas dan keamanan.

Solusi: Selalu periksa tanggal kedaluwarsa saat membeli dan saat akan menggunakan telur. Terapkan prinsip FIFO (First In, First Out): gunakan telur yang dibeli lebih dulu sebelum menggunakan yang baru.

4. Menyimpan Telur Dekat Bahan Berbau Tajam

Telur memiliki cangkang berpori yang sangat mudah menyerap bau. Menyimpan telur dekat bawang bombay, bawang putih, atau bahkan makanan sisa berbau kuat lainnya dapat membuat telur memiliki rasa yang tidak sedap.

Solusi: Simpan telur di dalam karton aslinya atau wadah kedap udara yang terpisah di kulkas untuk melindunginya dari bau.

Berapa Lama Telur Dapat Disimpan? Panduan Durasi Maksimal

Durasi penyimpanan telur sangat bergantung pada metode dan kondisinya. Penting untuk mengetahui batas waktu ini untuk menjaga keamanan pangan.

Jenis Telur Metode Penyimpanan Durasi Maksimal Catatan
Telur Mentah (dalam cangkang) Kulkas (4°C atau kurang) 3-5 minggu setelah tanggal pembelian Simpan di rak bagian dalam
Telur Mentah (dalam cangkang) Suhu Ruangan (di Indonesia) 2-3 hari (risiko lebih tinggi) Hanya jika tidak ada pilihan lain, jauh dari panas
Telur Rebus Matang Kulkas 1 minggu Kupas sesaat sebelum makan
Putih Telur Mentah Kulkas 2-4 hari Simpan dalam wadah kedap udara
Kuning Telur Mentah Kulkas 2-4 hari Tutup rapat dengan air atau bungkus plastik
Telur Kocok Mentah Kulkas 2 hari Dalam wadah kedap udara

Penting: Durasi ini adalah perkiraan. Selalu periksa tanda-tanda kerusakan sebelum mengonsumsi telur, terlepas dari tanggal kedaluwarsa atau durasi penyimpanan.

Mengenali Tanda-tanda Telur Busuk: Jangan Ambil Risiko!

Meskipun sudah disimpan dengan benar, telur tetap bisa busuk. Mengenali tanda-tandanya adalah keterampilan penting bagi setiap juru masak.

1. Uji Apung (Float Test)

Ini adalah metode paling populer dan mudah. Isi mangkuk dengan air dingin, lalu masukkan telur dengan hati-hati.

  • Jika telur tenggelam ke dasar dan berbaring miring, itu sangat segar.
  • Jika telur tenggelam tetapi berdiri tegak di dasar (ujung tumpul di atas), itu masih bagus tapi sudah tidak terlalu segar. Kantung udara di dalamnya sudah membesar.
  • Jika telur mengapung ke permukaan, itu sudah busuk dan harus dibuang. Telur busuk memiliki kantung udara yang sangat besar karena penguapan kelembaban dan produksi gas di dalamnya.

2. Uji Bau

Ini adalah indikator paling andal. Telur busuk akan mengeluarkan bau belerang yang sangat kuat dan tidak sedap, mirip bau kentut atau telur busuk yang sering kita dengar. Bau ini akan tercium bahkan sebelum kamu memecahkannya, atau lebih jelas lagi setelah dipecahkan.

Solusi: Jika tercium bau tidak sedap, segera buang telur tersebut. Jangan mencoba memasaknya.

3. Uji Penampilan

Pecahkan telur di mangkuk terpisah (jangan langsung ke dalam masakan).

  • Kuning Telur: Telur segar memiliki kuning telur yang bulat dan tinggi. Telur yang kurang segar mungkin memiliki kuning telur yang datar dan mudah pecah. Telur busuk mungkin memiliki kuning telur yang sangat encer atau bahkan bercampur dengan putih telur, terkadang warnanya juga aneh.
  • Putih Telur: Telur segar memiliki dua lapisan putih telur: satu kental dan satu encer. Telur busuk akan memiliki putih telur yang sangat encer dan berair.
  • Warna Cangkang: Jamur atau bintik-bintik hitam pada cangkang menunjukkan kontaminasi dan telur harus dibuang.

Saran Praktis Sehari-hari untuk Penyimpanan Telur yang Optimal

Menerapkan kebiasaan baik dalam penyimpanan telur akan membuat hidup kamu lebih mudah dan dapur kamu lebih aman.

  • Beli Telur dari Sumber Terpercaya: Pastikan kamu membeli telur dari toko atau pemasok yang memiliki reputasi baik dan menjaga kebersihan. Periksa kemasan dan tanggal kedaluwarsa.
  • Periksa Cangkang Saat Membeli: Hindari membeli telur dengan cangkang yang retak atau pecah. Retakan adalah jalan masuk sempurna bagi bakteri.
  • Simpan Segera Setelah Dibeli: Jangan biarkan telur terlalu lama di suhu ruangan setelah kamu membelinya. Segera masukkan ke kulkas.
  • Prioritaskan Penggunaan: Selalu gunakan telur yang lebih tua terlebih dahulu. Ini membantu memastikan tidak ada telur yang terbuang sia-sia karena terlalu lama disimpan.
  • Telur untuk Memanggang: Telur yang sedikit lebih tua (tapi masih bagus) sebenarnya lebih baik untuk memanggang karena putih telurnya lebih mudah dikocok dan mencapai volume maksimal.

Kesimpulan: Investasi Kecil untuk Keamanan Besar

Menyimpan telur mungkin terlihat sepele, namun dampaknya pada keamanan pangan dan kualitas masakan sangat besar. Dengan mengikuti panduan sederhana ini, kamu tidak hanya memperpanjang masa simpan telur, tetapi juga melindungi keluarga dari risiko kesehatan yang tidak perlu.

Ingatlah, dapur yang aman adalah dapur yang bahagia. Mulailah praktik penyimpanan telur yang benar hari ini dan nikmati kesegaran serta keamanan dalam setiap hidangan kamu.

Poin Penting

  • Selalu simpan telur di dalam kulkas, di rak bagian dalam, bukan di pintu.
  • Jangan mencuci telur sebelum disimpan karena menghilangkan lapisan pelindung alami.
  • Gunakan karton asli telur untuk melindungi dari bau dan guncangan.
  • Simpan telur dengan ujung tumpul di atas untuk menjaga kesegaran lebih lama.
  • Lakukan uji apung dan cium bau untuk memastikan telur masih segar sebelum digunakan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah telur harus dicuci sebelum disimpan?

Tidak, jangan mencuci telur sebelum disimpan. Mencuci telur akan menghilangkan lapisan pelindung alami (kutikula) pada cangkang, membuka pori-pori dan memudahkan bakteri masuk ke dalam telur. Bersihkan saja dengan lap kering sesaat sebelum digunakan.

Berapa lama telur bisa disimpan di kulkas?

Telur mentah dalam cangkang yang disimpan di kulkas pada suhu 4°C atau kurang dapat bertahan hingga 3-5 minggu setelah tanggal pembelian. Telur rebus matang dapat bertahan hingga 1 minggu di kulkas.

Mengapa tidak boleh menyimpan telur di pintu kulkas?

Pintu kulkas adalah bagian yang paling sering mengalami fluktuasi suhu karena sering dibuka tutup. Perubahan suhu yang konstan ini dapat mempercepat kerusakan telur dan mengurangi masa simpannya. Sebaiknya letakkan telur di rak bagian dalam kulkas yang suhunya lebih stabil.

Bagaimana cara mengetahui telur sudah busuk?

Cara paling mudah adalah dengan uji apung: telur yang mengapung di air dingin sudah busuk. Selain itu, telur busuk akan mengeluarkan bau belerang yang sangat menyengat dan tidak sedap. Kuning telur juga mungkin terlihat datar atau encer.

Apakah telur yang disimpan di suhu ruangan aman?

Di Indonesia, telur yang dijual di pasaran umumnya sudah dicuci dan lapisan pelindungnya hilang. Oleh karena itu, menyimpan telur di suhu ruangan sangat tidak disarankan, terutama di iklim tropis. Jika terpaksa, hanya untuk 2-3 hari di tempat sejuk dan kering, namun risiko kontaminasi lebih tinggi.

AS
Aryafdillahi Habibi SPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update