Selasa, 20 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaHiburan
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

The Jakarta Vision on Creative Economy: Empat Pilar yang Akan Dibawa Indonesia ke Panggung Dunia

✍️ Rangga Pratama 🕒 15 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menghadiri konferensi pers WCCE 2026 di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menghadiri konferensi pers WCCE 2026 di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Foto: ANTARA/Fitra Ashari

BeritaTop.id - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) akan memakai penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam rantai ekonomi kreatif dunia. Pemerintah juga ingin sektor ini masuk dalam agenda pembangunan global menuju 2030.

Konferensi berlangsung pada 21-23 Oktober 2026 dan terbagi dalam dua lokasi. Sesi konferensi digelar di Hotel Indonesia Kempinski, sedangkan showcase Creative Village berlokasi di kawasan SCBD.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah dialog tentang masa depan sektor ini.

“Indonesia siap menjadi tuan rumah dialog terkait masa depan ekonomi kreatif dunia. Bagi Indonesia, WCCE bukan hanya forum internasional, melainkan kesempatan strategis untuk membawa potensi kreatifitas kita ke panggung global,” ujarnya dalam konferensi pers WCCE 2026 di Jakarta, Kamis.

Hasilkan The Jakarta Vision on Creative Economy

Salah satu agenda utama WCCE 2026 adalah menyusun visi bersama pengembangan ekonomi kreatif dunia dalam dokumen The Jakarta Vision on Creative Economy. Dokumen ini akan menjadi dasar bagi Indonesia untuk mengusulkan resolusi tentang ekonomi kreatif di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Riefky, dokumen tersebut memuat empat pilar utama:

  1. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital dengan pendekatan yang berpusat pada manusia, agar teknologi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
  2. Keberlanjutan lewat ekonomi sirkular dan desain regeneratif, termasuk peran ekonomi kreatif dalam menjaga lingkungan.
  3. Kekayaan intelektual, keadilan ekonomi, dan hak-hak kreator, supaya nilai tambah dari karya kreatif, budaya, dan kearifan lokal dinikmati secara adil.
  4. Inklusivitas ekosistem kreatif dan pemberdayaan komunitas, yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting pengembangan sektor ini.

Peluang Bisnis dan Kolaborasi

Selain merumuskan arah kebijakan global, WCCE 2026 diarahkan memperkuat jejaring antara pemerintah, pelaku bisnis, akademisi, asosiasi, media, dan lembaga keuangan. Dari sisi bisnis, panitia menyiapkan forum bilateral dan business matching yang mempertemukan pelaku kreatif Indonesia dengan mitra internasional.

Sejumlah perusahaan global, di antaranya YouTube, Netflix, Canva, dan Tencent, dijadwalkan terlibat dalam rangkaian forum. Pemerintah berharap pertemuan ini membuka kerja sama antarpelaku usaha (business-to-business/B2B) yang memperluas jaringan dan akses pasar bagi kreator Indonesia.

“Yang kita harapkan dalam forum tersebut juga terbuka ruang kolaborasi bisnis. Ada beberapa nota kesepahaman yang akan kita tanda tangani, terutama secara B2B jika memungkinkan,” katanya.

51 Negara Sudah Konfirmasi

Sampai saat ini, 51 negara dan tujuh organisasi internasional telah memastikan kehadiran. Angka itu masih bisa bertambah, dengan target peserta lebih dari 80 negara.

Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan WCCE tidak hanya dinilai dari kelancaran acara, tetapi juga dari gagasan, kemitraan, dan tindak lanjut nyata setelah konferensi usai.

RP
Rangga PratamaPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update