Pasar Hak Siar Olahraga Global Capai US$65,82 Miliar pada 2026, NBA Mendominasi
BeritaTop.id - Nilai pasar hak siar media olahraga dunia diproyeksikan mencapai rekor US$65,82 miliar pada 2026. Pertumbuhan ini ditopang oleh penyelenggaraan turnamen olahraga berskala besar, seperti Piala Dunia di Amerika Utara dan Olimpiade Musim Dingin, serta kontrak penyiaran bernilai tinggi dari kompetisi rutin, termasuk National Basketball Association (NBA) dan Ultimate Fighting Championship (UFC).
Namun, peningkatan nilai pasar tersebut belum dinikmati secara merata oleh seluruh cabang olahraga. Laporan SportBusiness Media menyoroti konsentrasi pendapatan pada kompetisi dengan basis penggemar besar. Cabang olahraga di luar 10 besar hanya memperoleh sekitar 1% dari keseluruhan pasar hak siar global.
Ketimpangan itu membuat cabang olahraga dengan jumlah penonton lebih terbatas menghadapi kesulitan untuk menarik sponsor, mendapatkan jatah tayang televisi, dan menjaga keberlangsungan kompetisi. Bahkan, sejumlah penyelenggara kesulitan menjual hak siar, sehingga atlet berisiko hanya mampu menutup biaya keikutsertaan jika gagal mencapai babak final.
Amerika Serikat Menguasai 53,9 Persen Pasar
Amerika Serikat semakin memperkuat posisinya sebagai pemain dominan dalam industri penyiaran olahraga. Pangsa negara tersebut diperkirakan mencapai 53,9% dari pasar hak siar global pada 2026, naik dari 46% pada 2022.
Salah satu penyumbang utama nilai komersial tersebut adalah NBA. Kompetisi bola basket profesional itu memiliki kesepakatan hak siar selama 11 tahun, mulai musim 2025/2026 hingga 2035/2036, bersama Disney, Universal, dan Amazon. Nilai kontraknya diperkirakan mencapai US$77 miliar.
Dari kesepakatan tersebut, pendapatan hak siar NBA diperkirakan sekitar US$7 miliar per tahun. Nilai ini menempatkan NBA sebagai salah satu kekuatan terbesar dalam bisnis penyiaran olahraga internasional.
Tingginya nilai kontrak NBA turut ditunjang oleh banyaknya pertandingan yang dapat ditawarkan kepada pemegang hak siar. Dalam satu musim, kompetisi ini menggelar 1.230 pertandingan musim reguler, belum termasuk playoff. Ketersediaan konten dalam jumlah besar memberikan lebih banyak kesempatan bagi jaringan televisi dan platform digital untuk meraih pemasukan melalui iklan serta langganan.
Liga Primer Inggris Dominan di Luar Amerika Serikat
Di pasar internasional di luar AS, Liga Primer Inggris tetap menjadi salah satu kompetisi olahraga dengan nilai hak siar tertinggi. Liga sepak bola tersebut diperkirakan menguasai 7,8% pangsa pasar global, dengan pendapatan tahunan sekitar US$4,8 miliar hingga US$5,1 miliar.
Meski memiliki jangkauan penggemar internasional yang luas, pendapatan Liga Primer masih di bawah NBA. Salah satu faktor yang membedakan keduanya adalah jumlah pertandingan dalam satu musim. Liga Primer hanya menggelar 380 pertandingan, jauh lebih sedikit dibandingkan jadwal musim reguler NBA.
Daya tarik kedua kompetisi juga dipengaruhi oleh karakteristik pasar di masing-masing wilayah. Preferensi penonton terhadap sepak bola dan bola basket tidak selalu sama di setiap negara. Kendati demikian, jumlah pertandingan NBA yang lebih besar menyediakan lebih banyak konten bagi penyiar dan layanan digital untuk dipasarkan.
Cabang Olahraga di Luar Papan Atas Menghadapi Tekanan
Besarnya nilai pasar hak siar global belum menjamin distribusi pendapatan yang merata di industri olahraga. Sebagian besar pemasukan masih mengalir ke kompetisi dengan jumlah penggemar besar, jangkauan internasional luas, serta daya tarik tinggi bagi pengiklan dan platform streaming.
Kondisi sebaliknya dialami cabang olahraga di luar kelompok teratas. Mereka harus bersaing lebih keras untuk memperoleh kontrak penyiaran dan dukungan sponsor. Keterbatasan penayangan media juga dapat menghambat pertumbuhan jumlah penonton dan mempersempit peluang mendapatkan pendapatan komersial.
Tantangan tersebut berdampak pada federasi dan penyelenggara kompetisi yang belum memiliki daya tarik sebesar liga-liga elite. Ketika pemasukan dari hak siar tidak mencukupi, penyelenggaraan kompetisi dan kesejahteraan atlet berpotensi ikut terdampak.
Karena itu, rekor nilai pasar industri olahraga global perlu dilihat bersama dengan persoalan distribusi pendapatan. Pertumbuhan secara keseluruhan belum tentu memperbaiki kondisi finansial cabang olahraga yang memiliki basis penonton lebih kecil.
Nilai Hak Siar Diperkirakan Turun pada 2027
Setelah mencapai rekor pada 2026, SportBusiness memproyeksikan nilai pasar hak siar olahraga global menyusut menjadi sekitar US$62,2 miliar pada 2027. Nilai tersebut turun sekitar 5,5%, atau setara US$3,62 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan itu diperkirakan lebih berkaitan dengan siklus penyelenggaraan turnamen besar ketimbang pelemahan struktural industri. Ajang seperti Piala Dunia dan Olimpiade memiliki kontribusi signifikan terhadap nilai hak siar pada tahun pelaksanaannya, tetapi tidak digelar setiap tahun.
Dengan demikian, perubahan nilai pasar dapat dipengaruhi oleh padat atau tidaknya kalender olahraga internasional. Ketika lebih banyak turnamen besar berlangsung, permintaan terhadap hak siar berpotensi meningkat kembali.
Pada 2028, kalender olahraga akan diramaikan Olimpiade dan EURO 2028. Sementara itu, Piala Dunia 2030 berpeluang kembali mendorong nilai komersial hak siar. Dalam beberapa tahun mendatang, perkembangan pasar akan bergantung pada kombinasi kontrak penyiaran jangka panjang, volume pertandingan, dan siklus penyelenggaraan kompetisi internasional.
