Banjir Aceh Tenggara Rendam 154 Hektare Lahan Pertanian, 783 KK Terdampak
BeritaTop.id - Banjir akibat hujan deras kembali melanda Kabupaten Aceh Tenggara dan merusak lahan pertanian seluas 154,74 hektare, menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Kamis. Bencana ini berdampak pada 783 kepala keluarga (KK) atau 2.787 jiwa, tanpa pengungsi maupun korban jiwa.
Kepala Pelaksana BPBA Bahron Bakti menyampaikan data luas lahan terdampak dalam laporannya.
“Total luas lahan pertanian yang terdampak banjir mencapai 153,74 hektare,” kata Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti dalam laporannya, di Banda Aceh, Kamis.
Sawah dan Ladang Jagung Terendam
Lahan yang terdampak berada di dua kecamatan. Di Kecamatan Bambel, banjir merendam area padi seluas 74,5 hektare dan jagung 43,24 hektare. Sementara di Kecamatan Lawe Sumur, lahan padi yang terdampak mencapai 36 hektare.
Tanggul Jebol dan Longsor Sejak 9 Oktober
Menurut Bahron, banjir dan longsor kembali menerjang Aceh Tenggara sejak Jumat (9/10). Curah hujan tinggi dalam waktu lama membuat sejumlah tanggul jebol dan memicu longsor di sekitar ruas jalan nasional Kutacane-Blangkejeren.
Wilayah terdampak mencakup Desa Kati Maju di Kecamatan Ketambe, Desa Pulonas Baru di Kecamatan Lawe Bulan, Desa Pulo Latong di Kecamatan Babussalam, serta sembilan desa di Kecamatan Bambel.
Jalan Nasional Tertutup, Fasilitas Umum Rusak
Selain merusak lahan pertanian, material longsor menutup badan jalan Kutacane-Blangkejeren sehingga arus lalu lintas dari kedua arah terhambat dan menimbulkan kemacetan panjang. Intake sumber air bersih SPAM Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara juga hanyut terbawa banjir. Gudang logistik BPBD dan fasilitas SMPIT Al Khansa turut tergenang.
Langkah Penanganan Darurat
Bahron memaparkan sejumlah langkah yang telah dijalankan:
- Tim reaksi cepat dikerahkan untuk mendata kondisi di lokasi.
- Satu unit ekskavator diturunkan untuk membersihkan longsor di badan jalan serta mengeruk material kayu gelondongan di aliran air pada jembatan bailey Pulo Latong.
- Ruas jalan Pulonas Baru-Lawe Rutung dibersihkan dari endapan lumpur banjir.
- Alat berat dikerahkan untuk menutup tanggul, mengeruk dan menormalisasi sungai, serta menguatkan tanggul di sejumlah titik terdampak.
- Dinas Sosial Aceh Tenggara mendirikan dapur umum dan menyalurkan 750 bungkus makanan bagi warga terdampak.
Tim BPBD juga ikut membersihkan rumah warga dan fasilitas umum.
“Personel damkar dan TRC BPBD bersama masyarakat membersihkan rumah-rumah dan fasilitas umum lainnya (masjid, jalan lingkungan dan lainnya) yang terdampak banjir,” demikian Bahron Bakti.
