Airlangga: Antrean Pesanan Airbus dan Boeing hingga 10 Tahun Jadi Peluang Bangkitkan Industri Pesawat RI
BeritaTop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut panjangnya antrean pemesanan pesawat dari produsen global sebagai kesempatan bagi Indonesia untuk menghidupkan kembali industri penerbangan nasional. Selain dirgantara, pemerintah juga mengincar peran lebih besar di industri semikonduktor lewat penjajakan kerja sama dengan Arm Ltd. yang ditargetkan menyerap 15.000 tenaga kerja dalam tiga tahun.
“Airbus maupun Boeing kalau kita mau pesan pesawat itu, itu backlog. Backlog-nya bisa 10 tahun. Nah, oleh karena itu ini adalah kesempatan bagi kita untuk revitalisasi industri,” kata Airlangga.
Menurut Airlangga, pesawat berkapasitas 100 penumpang berpotensi membuka peluang ekonomi dan memperkuat industri dirgantara agar mampu bersaing di pasar global. Pesawat sebesar itu juga dinilai dapat membantu menghubungkan warga di berbagai daerah.
Pengalaman CN235 dan Larangan IMF
Untuk menunjukkan bahwa Indonesia punya modal di sektor ini, Airlangga mengangkat kembali pengalaman pengembangan CN235. Ia menyebut proyek tersebut sebagai terobosan bagi penerbangan nasional, dan rencana menaikkan kapasitas hingga 100 penumpang kala itu membuat dunia terkejut.
“Nah, pada waktu kita kembangkan CN235, itu terobosan. Dan masalah turboprop dan jet engine, tidak persoalan karena turboprop dan jet engine juga relatif maju bersama. Dan pada saat kita mau mendorong ke 100 penumpang, dunia kaget,” ujar Airlangga di Bappenas pada Senin (19/10/2026).
Namun, langkah itu disebutnya tidak berjalan mulus. Airlangga mengungkapkan bahwa IMF pernah meminta Indonesia tidak mengembangkan industri pesawat terbang.
“Dan waktu itu IMF mengatakan Indonesia enggak boleh punya industri pesawat terbang karena ini industri yang apa? dekat dengan masyarakat,” dia menambahkan.
Menjajaki Kerja Sama dengan Arm Ltd.
Di sektor semikonduktor, pemerintah menjajaki kerja sama dengan Arm Ltd., perusahaan perancang semikonduktor asal Inggris. Airlangga menyampaikannya dalam Sidang Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Kamis (27/8/2026).
“Kita akan mendorong mesin pertumbuhan digitalisasi, semikonduktor, dan AI. Pemerintah untuk pertama kali bekerjasama dengan perusahaan desainer semikonduktor dari Inggris yang bernamanya ARM,” kata Airlangga dalam paparannya di Sidang Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Kamis (27/8/2026).
Lewat kerja sama itu, pemerintah menargetkan 15.000 tenaga kerja terserap di ekosistem semikonduktor dalam tiga tahun.
“Kami menargetkan akan ada 15.000 tenaga kerja dalam 3 tahun yang akan bekerja dalam ekosistem semikonduktor,” terang Airlangga.
Airlangga juga merujuk Korea Selatan dan Malaysia, dua negara yang disebutnya pernah dibantu Arm membangun ekosistem semikonduktor. Menurutnya, Indonesia berpeluang menempuh jalan yang sama.
“Dulu ARM membantu Korea Selatan dan Malaysia untuk mendukung industri semikonduktor ini, seharusnya Indonesia juga bisa,” tegas Airlangga.
